HEY THERE, WORLD! :]
Background
  • BLOG



        Archive :


    Hey! Say! Friend, Chapter 3 : Drama

    Friday, June 4, 2010 / 7:16 PM






    Seperti pagi-pagi cerah biasa, pagi ini bahkan lebih cerah dari biasanya. Langit biru berawan tipis menyelimuti latar kota itu. Angin sejuk juga ikut serta dalam melengkapi keindahan kota itu.
    Horikoshi Gakuen.

    Sekolah megah itu dipenuhi ribuan siswa tiap harinya. Siswa-siswa luar biasa tentunya. Entah mereka yang jenius atau berjiwa sosial besar, atau para artis yang dapat dilihat disetiap acara TV dan drama, dengan arti, artis-artis yang sangat terkenal di industri perfilman dam musik di Jepang.
    Pagi ini, sekolah megah itu kembali diserbu ribuan siswa . para siswa berseragam keren dan elite dapat terlihat di setiap inchi lingkungan sekolah itu.

    “Masih belum terbiasa? Jujur.. Aku juga.”

    “Oh, yep. Sangat.. Riku-chan.” Hikari mengangguk, menyetujui apa yang dikatakan sahabatnya tadi.

    Dan seperti rutinitas mereka kembali berjalan menuju gedung untuk para jenius, menyebrangi lapangan luas Horikoshi Gakuen.

    Dan seperti rutinitas mereka kembali berjalan menuju gedung untuk para jenius, menyebrangi lapangan luas Horikoshi Gakuen.

    “Hey! Hika-chan, Riku-chan!”

    “Keito-kun?!” serentak Hikari dan Riku berhenti. Terbelalak melihat siapa yang memanggil mereka.

    ‘Tuhan, apa lagi hari ini?!’ protes Hikari dalam hati. Sekarang jantungnya serasa ingin berhenti berdetak melihat Keito melambai dan berlari mendekat, bersama..

    Oh! Ryutaro, Yamada, Yuto, dan Chinen? 5 personel Hey!Say! 7 yang merupakan artis popular dan berstatus sosial tinggi sedang berjalan kearah mereka? Sungguh sulit dipercaya, bahkan oleh mata sendiri. Hikari melirik Riku, dan baru kali ini ia melihat sahabatnya sama paniknya.

    “Hey, Ohayou.”

    Tebak siapa yang mengucapkan salam? Tebak! Hikari merasa jantungnya tak akan berdetak lagi, atau tadi sudah berhenti beberapa saat? Saat Hikari menangkap senyuman manis artis favoritnya?
    “Ohayou, Yama-chan.” Hikari menjawab pelan.

    “Hmm.. Oke, baiklah. Kalian diterima di JOHNNY?” Yuto bertanya, Hikari dan Riku mengangguk.

    “Selamat.” Yuto tersenyum. “Baguslah, model yang dipilih Yuki dulu benar-benar centil.”

    “Yeaahh! Bagus sekali mereka diganti kalian.” Keito mengangguk.

    “Oh, arigatou.” Hikari tersenyum. Wajahnya yang manis bersemu merah.

    “Hai, arigatou. Dan kenapa kalian memanggil kami? Maksudku, kalian tidak memanggil kami hanya untuk mengucapkan ‘selamat’ kan?” tanya Riku, blak-blakan tanpa basa-basi lagi.

    “Tentu bukan.” Chinen menyetujui sambil tertawa pelan.

    “Ayo ikut kami.” Ryu mendahului mereka.

    Hikari dan Riku diiring oleh 5 personel Hey!Say!7 yang mempesona itu. Dan tentu saja semua mata yang ada disana, di lapangan itu, bahkan di seluruh sekolah itu jika mungkin, tertuju pada mereka, terutama Hikari dan Riku.

    Hikari berani bertaruh. Semua yang melihat ini hanya memiliki 1 pertanyaan tak terjawab dan sama. Apa hubungan mereka dengan Hey!Say!7? Karena mereka pasti hanya mengenal Hikari dan Riku sebagai anak baru di angkatan ini, dari kalangan murid-murid jenius dan tak akan kenal dengan murid-murid kalangan artis.

    “Yama-chan.. Tapi, ini gedung artis..” bisik Hikari pada siapa pun yang paling dekat dengannya, dan kebetulan itu Yamada.

    Yamada tertawa renyah, “Memang.. Kemana kalian pikir kami akan membawa kalian?” Yamada balas bertanya.

    “Gedung artis?” tanya Hikari lagi, polos, setengah tak percaya.

    Yamada kembali tertawa, berirama tapi lepas. “Kurasa iya. Kalian akan bersekolah di gedung artis mulai sekarang.”

    Riku dan Hikari tambah terkajut. Entah peristiwa aneh atau ajaib apa lagi yang akan menimpa mereka selanjutnya.

    “Riku-chan, Hika-chan, kau tahu kenapa kalian diterima? Maksudku.. Dipindahkan gedungnya?” tanya Yuto, yang pindah kesamping Hikari, mendorong Yamada, yang tentu saja langsung protes dengan gerakan penggusuran itu.

    “Iie, kami tidak tahu.” jawab Hikari, menggeleng pelan.

    “Yang pertama karena kemarin Yuki telah mendata kalian. Dia menuliskan kalian bersekolah di Horikoshi Gakuen, gedung artis. Jadi, kalian dipindahkan. Yang kedua.. karena foto kalian telah dipasang di beberapa majalah fashion. Kalian mulai dikenal sekarang.” ungkap Yuto.

    “Kalian akan main drama dengan kami! Tentu jika kalian setuju.” Chinen menyeruak ditengah-tengah Yuto.

    “Hey, kecil, kau ini.” Yuto menggerutu. Yamada yang sekarang berjalan disebelah Riku, tertawa pelan melihat pertengkaran kecil sahabatnya.

    “Main drama?” ulang Riku, kali ini berharap pendengarannya terganggu.

    “Yup, drama series terbaru kami.”

    “Lee-san akan memberi kontraknya untuk kalian juga nanti.” sambung Keito dari belakang Hikari.

    -------

    Mereka sudah berada dalam koridor kelas-kelas megah para artis. Sepanjang koridor itu dipenuhi oleh anak-anak bermake-up dan ber-aksesoris super. Terutama cewek-ceweknya.

    “Hey, siapa mereka? Bukankah mereka anak dari gedung sebelah? Anak jenius, bukan artis, dan mungkin.. berstatus social rendah?” tiga orang cewek bersuara melengking mencegat.

    Dan yang tadi bicara sepertinya ketua dari gank melengking itu. Lip gloss yang dipakai cewek itu parah, sampai-sampai bibirnya yang mungil berwarna pink norak dan terlihat berminyak.

    Rambutnya panjang, dikeriting dan diikat setengah. Setiap inchi tubuhnya tergantung aksesoris pelengkap seperti syall orange norak yang sedang di mainkannya.

    “Kau lagi. Bukan urusanmu, Satomi.” jawab Yuto ketus.

    “Oh, tentu itu urusanku, Yuto-kun. Aku ini penjaga makhluk asing dan fans-fans yang dapat menyerbu gedung ini.”

    “Dan, apakah kau fikir kami gila, heh? Membawa makhluk asing atau fans ke dalam gedung ini?” tanya Yamada, setengah menyindir.

    “Oh, Yama-chan, tentu kau tidak gila. Aku hanya berjaga kok.” suara cewek itu melembut menjijikan saat berbicara dengan Yamada.

    Membuat Riku bersyukur, ia tidak dilahirkan seperti itu. Secara sejak tadi, Riku ingin sekali menendang wajah cewek itu.

    “Yah.. baguslah kalau begitu. Sekarang kau bisa menyingkir.”

    “Yama-chan..,”

    “Jangan membuat aku kehilangan kesabaran, Satomi.” gerutu Yamada, pelan tapi cukup mematikan.

    “Hai. Tapi, siapa mereka?”

    “Mereka model baru dari JOHNNY, akan menjadi artis nantinya. Jadi, kalian tak perlu khawatir. Kami diperintah Taka-sense untuk memindahkan mereka..” Ryu menjawab cepat. Dan ketiga cewek itu meyingkir, terlihat kesal.

    “Hm, mungkin kalian perlu khawatir, dengan jabatan model kalian yang akan sedikit tergeser. Mereka dari JOHNNY.” bisik Yamada saat lewat di depan Satomi, sambil mengerling iseng dan menggemaskan.

    “Yama-chan..,” rengek cewek itu. Tapi, Yamada maupun yang lain tak terlihat akan berbalik sedikitpun. Malah terenyum puas.

    -------

    “Hikari, yurushi, ini dari Yama-chan, kemarin, untukmu.”

    “Untukku? Dari..?”

    “Hai. Yama-chan. Kurang jelas? Dari, Y-A-M-A-D-A  R-Y-O-S-U-K-E.” Riku mengeja sambil tersenyum.

    “Yama..”

    “Sudahlah, cepat, baca atau aku akan memnuangnya. Benda itu telah bersarang di dalam tasku.”

    “Jangan!! Hai! Akan aku baca.”

    Hikari membuka penutup surat itu dengan rapi, dengan penuh perasaan. Dan menarik sebuah kertas kecil berwarna orange didalamnya.

    Hey, jangan takut oke?
    Dan.. hati-hati melewati pintu terbesar dikoridor ini
    Ada rapat besar.
    From : Yamada Ryosuke


    Hikari serasa melayang. Yamada memberikannya tanda tangan! Itu yang terpenting.

    “Hey, Hika-chan, Riku-chan..”

    “Chinen-kun? Ada apa?” tanya Hikari, menyembunyikan memo orange itu di tasnya.

    -------

    “Ayo, Lee-san memanggil kalian.” Chinen tersenyum.

    “Kontrak drama bersama kami. Ayo.” Chinen mendahului Hikari dan Riku masuk ke ruangan besar di kiri koridor.

    Sebuah ruangan bertulisan “LEE SHOUREN-CO DIRECT”, Hikari mengetuk pintu, setelah memasuki ruangan, bisa dilihat 5 personel Hey!Say!7 yang masih terbalut seragam Horikoshi Gakuen.

    Tentu saja lebih berantakan dari seharusnya. Jas biru yang seharusnya menjadi seragam formal Horikoshi Gakuen, sudah tak terlihat lagi. Menyisakan kemeja putih bertangan panjang dan tanpa dasi. Kecuali Keito dan Chinen. Dasinya masih rapi diatas kemeja putihnya.

    “Nah, duduklah.” Lee tersenyum mempersilahkan Hikari dan Riku duduk.

    Hikari duduk disebelah Yuto, satu-satunya tempat yang tersisa, dan disebelah Riku pastinya.

    “Yah, semua terserah pada kalian berdua, manis. Judul dari drama ini.. ‘PRECIOUS FRIENDSHIP’ atau di singkat ‘PF’. Ada 25 episode. Hmm, pelaihan selama 1 minggu dan syuting selama 3 bulan. Kurang lebih. Sudah dihitung pengunduran waktunya. Pelatihan dimulai lusa.”

    “Tempat syuting?” tanya Chinen sambil memainkan ballpoint di tangan kirinya. Hikari tahu ia kidal. Tapi, tetap saja aneh melihat seseorang memainkan ballpoint dengan tangan kiri.

    “Ya ya.. Syuting tetap di Tokyo. Mungkin ada beberapa episode di Yokohama, dan Kyoto. Tapi, hanya 4 episode. Ya, benar, 4 episode.”

    “Oh..” Keito mengangguk.

    “Dan, setelah selesai syuting, dua hari sesudahnya, akan diadakan pesta dari JOHNNY. Dan, kalian semua diundang. Di pantai.”

    “Sekolah?” tanya Hikari. Kelima cowok itu tersenyum.

    “Kami menang!” teriak Yuto sambil tertawa.

    “Ah, ya. Hai. Kalian memang pintar. Baiklah. Kalau begitu kalian besok bebas latihan.”

    “YEAAYY!” teriak mereka berasama-sama.

    Hanya Hikari dan Riku yang tersenyum, bingung.

    “Yah, baiklah. Begini, sekolah tetap seperti biasa, setelah itu langsung menuju lokasi syuting. Memang padat sesuai jadwal. Jadi, mungkin ada beberapa hari yang tidak dapat masuk sekolah.”

    “Hmm,” Hikari mengangguk.

    “Terima?”

    Hening..

    “Hai.” Riku dan Hikari menjawab bersama.

    -------

    “Kenapa kalian tertawa tadi?” tanya Riku, mewakili Hikari.

    “Kami bertaruh dengan Lee-san. Kami bilang kau pasti akan menanyakan tentang sekolah. Dan kami benar, yeay!” cerita Chinen.

    Hikari tersenyum. Entahlah, tapi, ia benar-benar senang. Sepertinya sulit untuk menurunkan senyum manisnya.


    -------

    Labels:







  • ME

    Gabriela Maria Quincy


    1997. INDONESIA. FANGIRL. SANURIANS.
    Girl. Gabriela Maria Quincy. Indonesian-Chinese. 27/09/1997. AB. Proud to Be.

    Facebook     • Tumblr     • Twitter    

  • TAGBOARD