HEY THERE, WORLD! :]
Background
  • BLOG



        Archive :


    Hey! Say! Friend, Chapter 4 : Situs

    Saturday, June 5, 2010 / 1:51 PM





    Hari ini penyutingan drama ‘PRECIOUS FRIENDSHIP’ resmi dimulai. Pelatihan yang diadakan selama 1 minggu saja sudah membuat tenaga Hikari dan Riku terkuras.
    Hikari benar-benar nggak nyangka pekerjaan artis dalam penyutingan drama itu sangat amat menguras tenaga dan menghilangkan banyak waktu tidur. Tapi, bagi Hikari hadiah besar yang ia terima juga nggak tanggung-tanggung. Ia dan Riku jadi lebih dekat dengan kelima anggota Hey!Say!7.
     Itu tentu lebih dari cukup. Contohnya sekarang.
    “Sini ku bantu.” Ryu tersenyum. Menarik botol aqua besar dari tangan Hikari. Botol yang sedari tadi berusaha dibuka Hikari tapi sia-sia.
    Sekarang sedang break. Istirahat untuk makan siang. Hikari duduk di meja paling ujung bersama Riku.
    Dan yang datang.. Oh, Ryutaro dan Yamada.
    “Arigatou.” Hikari tersenyum.
    “Do itashimashite.” Ryu mengangguk. “Jujur, botol itu memang keras.”
    Hikari, Riku dan Yamada tertawa pelan, mendengar kejujuran Ryu barusan.
    “Jadi, bagaimana syuting pertama kalian?” tanya Yamada kemudian, setelah duduk disebelah Riku.
    “Cukup baik, lelah.” sahut Hikari.
    “Oh.. Hmm. Aku juga.” Yamada mengangguk, meneguk jus strawberry yang dibawanya.
    “Sebenarnya, bukan kalian saja yang baru pertama kali syuting.” Ryu ikut meneguk lemon tea-nya.
    “Oh,ya?” tanya Hikari.
    “Keito.” jawab Yamada.
    “Ya, benar. Dia belum pernah.” Hikari setuju.
    “Hmm, hey, kalian sudah baca cerita PF nya kan?” tanya Ryu. Hikari dan Riku mengangguk.
    “Bagian mana yang paling kalian sukai?” tanya Yamada, mengerling kearah Ryutaro.
    “Yama-chan, itu pertanyaanku!”
    “Haha, aku suka melihatnya seperti itu.” Yamada berbicara pada Hikari dan Riku sembari tertawa.
    Ryutaro memukul Yamada pelan dan Yamada kembali tertawa. Seperti biasa, berirama tapi lepas.
    “Hai, sama denganku.” Yamada dan Ryutaro berbicara bersamaan.
    “Yama-chan!”
    “Ryu-kun..”
    Hikari dan Riku tertawa. Melihat Yamada dan Ryu, mereka ingat persahabatan mereka sendiri. Sering bertengkar, berbeda pendapat, tapi kompak.
    “Hm, Lee-san menyuruh kita melakukan adegan yang sama di dunia nyata. Katanya untuk menambah penghayatan kita pada drama itu.” jelas Ryu.
    -------
    Hikari mengingat skenario tentang situs di drama Precious Friendship. Ceritanya, mereka bertujuh adalah sahabat karib. Dan mereka memiliki situs. Dalam situs itu, mereka selalu curhat. Mereka mengirim comment kepada satu sama lain tapi menggunakan nama samaran.
    Jika isinya rahasia, mereka harus mengirimnya lewat message. Dan jika ada pertanyaan mereka harus menjawabnya. Ceritanya seperti itu sampai akhirnya muncul beberapa konflik disana.
    “Yeah, kami ditugaskan untuk menanyakan hal ini pada kalian.” Yamada menoleh kearah Ryu.
    “Hanya kita berempat?” tanya Hikari.
    “Hm, ya. Dikelompokkan, entah kenapa.”
    “Mulai besok?” tanya Riku.
    Ryu dan Yamada mengangguk.
    “Nama situsnya untuk kita HSF.” kata Ryu.
    “Hey! Say! Friend.” Yamada melanjutkan.
    -------
    Hikari masuk ke kamarnya yang kecil tapi rapi. Orang tuanya belum pulang ke rumah, bekerja. Hikari menyalakan laptopnya. Laptop hadiah dari orang tuanya karena diterima di Horikoshi Gakuen.
    Hikari membuka situs HSF yang resmi dimulai Lee hari ini. Sempat terlintas dibenaknya, bahwa ia akan lemas lagi. Tapi, ternyata berhubungan dengan dunia maya 2X lipat lebih mudah dari pada berhadapan langsung dengan orang aslinya. Walau tetap saja Hikari merasa excited nggak karuan.
    Situs itu terbuka. Latarnya berwarna putih tapi seperti diperciki cat air secara sembarangan. Lucu juga. Ternyata, teman-temannya sudah mulai ‘berdebat’ dan Hikari memutuskan untuk membacanya.


    Q: Mikano Hikari, apa hewan favorite mu?
    From : OnePiece


    Hikari tersedak. Pertanyaan pertama untuknya? Dan siapa pula One Piece? Mereka memang telah sepakat memakai judul-judul anime Jepang.,

    A: One Piece, mungkin anjing.
    From : DeathNote

    Hikari membaca isi situs itu yang masih sedikit. Ternyata teman-temannya telah online dari 45 menit yang lalu. Hikari membaca comment-comment sahabatnya sambil berfikir apa yang akan ia tulis.


    Q: Yamada Ryosuke, kenapa kau selalu bermain di film detective?!
    From : Spiral


    A: Spiral, ehh.. aku juga sempat memikirkan pertanyaan yang sama. Dan aku tak tahu jawabannya. Sampai kakakku bilang, “Mungkin karena kau penakut Ryo-chan, jadi penampilanmu baik saat bermain drama detective.” Sejak itu aku menanggap pernyataan kakakku itu benar.. ^^

    Hikari tertawa pelan dan melanjutkan membaca pertanyaan yang lain.

    Q: Hisashi Riku, apa hobbymu? (Jangan bilang kau hobby bermain bola) Dan, Mikano Hikari, pertanyaan ini berlaku juga untukmu.
    From : D’Conan.

    A:  D’Conan, hobbyku menggambar, mengarang cerita, dengar musik (Bukan HSJ! ^^ Bercanda) Dan bola juga termasuk dalam tontonan olah raga favoriteku.



    A: D’Conan, Hobbyku? Sama dengan Riku, menggambar dan mendengarkan music (Especially, HSJ dan Arashi xD Haha ^^)
    Hikari menjawab. Ternyata asyik juga. Tapi, Hikari sadar ia jadi tertawa sendiri saking senangnya.

    Q: Morimoto Ryutaro, enakkah jadi anak terkecil di HSJ?
    From : Spiral


    A: Spiral, tidak juga. Aku seperti mempunyai 9 kakak laki-laki yang super iseng! Tapi, mereka sangat asyik. Jadi, tidak mesalah juga jika aku jadi yang terkecil. ^_____^

    C: Baiklah kalau begitu, adikku. Kau memang manis!! (Yamada Ryosuke)

    C: Hoeekk!! >_< Dan yang teriseng itu kau!

    C: Tidak masalah. Kau tetap manis~ XD

    C: Kakak yang menyebalkan! Ralat!! Spiral, aku tidak suka menjadi anak terkecil di HSJ, karena ada Yamada Ryosuke.

    C: Jahatnya anak ini.. T_T


    Hikari tertawa membaca comment-comment itu. Ia meninggalkan pesan pertanyaan di situs itu. Dengan nama DeathNote setelah itu dia memutuskan untuk tidur. Baru ia sadari tubuhnya benar-benar lelah.
    -------
    Hari-hari berlalu dengan sibuk. Padat dengan jadwal. Hikari mengakui itu. Tapi, hari-hari itu juga berlalu dengan bahagia. Setidaknya Hikari juga menyadari itu.
    Hampir tak ada satu haripun tanpa membuka situs HSF yang penuh dengan pertanyaan (Q), jawaban (A) dan comment-comment (C) konyol dan lucu dari para pemilik situs itu.
    Hikari juga sadar persahabatan mereka lebih dekat sejak situs itu dimulai. Baik dalam dunia maya ataupun di lokasi syuting, persahabatn mereka 2x lipat lebih erat dari dulu. Ini bulan terakhir mereka syuting.
    “Riku-chan,”
    “Hai?”
    “Apakah kau senang menjadi artis?” tanya Hikari, menerawang.
    Mengingat-ingat mereka sudah cukup sulit berjalan tanpa dikenali fans maupun cewek-cewek yang jealous dengan kedekatan mereka dan HSJ.
    “Hika-chan, kau tahu kan aku sebenarnya tidak terlalu suka. Tapi, semuanya terasa terlalu cepat dan terlalu sulit untuk ditarik kembali. Dan tak ada gunanya juga jika aku tidak senang. Jadi, aku mencoba untuk menyukainya. Aku yakin kau lebih mudah. Bukankah cita-citamu menjadi artis?”
    “Ya, kau benar.”
    “Bagaimana hubunganmu dengan Ryu-kun dan Yama-chan?” tanya Riku sambil melahap takoyaki-nya. Masih sama sepeerti yang dulu, Riku selalu cuek.
    Hikari juga baru sadar bahwa Riku menghapus make-up nya saat istirahat.
    “Ah, mereka lebih baik. Kau?”
    “Yeah, sama sepertimu. Pasti lebih baik.” kata Riku, meremas kotak takoyaki-nya yang sudah kosong.
    Riku menatap Hikari. Hikari bingung, sahabatnya seperti sedang membaca pikiran Hikari.
    “Ada apa?” tanya Hikari yang melihat keseriusan di wajah Riku.
    “Hika-chan, jujur padaku. Apa ciri-ciri cowok idamanmu?”
    -------
    Kontan wajah Hikari berubah merah padam. Apa-apaan sahabatnya ini?
    “Kau..”
    “Jawablah.”
    “Aku..”
    “Please..”
    “Seperti Ryu dan Yama. Manis, baik, perhatian, lucu, dan  bonus, PINTAR.”
    “Oh.”
    Hening..
    “Kenapa kau bertanya seperti itu?”
    Riku tersenyum manis. “Tidak apa-apa. Tapi, kau memilih Ryu atau Yama?”
    Hikari berpikir, bingung juga. Yamada dan Ryutaro sama-sama teman dan idolanya. Dan mereka sama saja. Manis, baik, perhatian, dan lucu.
    “Aku tak tahu.” jawab Hikari pelan.
    “Hika-chan, yurushi. Tapi, kuharap kau mempertimbangkannya, oke? Antara mereka berdua.” Bisik Riku sambil tersenyum lemah.
    Riku berdiri, lalu berjalan pergi. Meninggalkan Hikari yang duduk, bingung. Ada apa sebenarnya ini?
    -------

    Labels:







  • ME

    Gabriela Maria Quincy


    1997. INDONESIA. FANGIRL. SANURIANS.
    Girl. Gabriela Maria Quincy. Indonesian-Chinese. 27/09/1997. AB. Proud to Be.

    Facebook     • Tumblr     • Twitter    

  • TAGBOARD